Home Economi Perhutani Targetkan Ekspor 20 Juta Kg Gum Rosin di 2023

Perhutani Targetkan Ekspor 20 Juta Kg Gum Rosin di 2023

13
0
Perhutani Targetkan Ekspor 20 Juta Kg Gum Rosin di 2023
Perhutani Targetkan Ekspor 20 Juta Kg Gum Rosin di 2023

Perum Perhutani berhasil memperoleh dua sertifikat FSC Chain of Custody (FSC CoC) industri Gum Rosin (gondorukem) dan terpentin untuk Pabrik Gondorukem dan Terpentin (PGT) Sukun dengan nomor sertifikat SA-COC-013667 dan PGT Cimanggu dengan nomor setifikat SA-COC-013666. Sertifikasi tersebut diterbitkan pada tanggal 19-21 Desember 2022 oleh PT Mutuagung Lestari.

Direktur Perencanaan & Pengembangan Perum Perhutani, Endung Trihartaka mengatakan, melalui penerbitan sertifikasi untuk PGT Sukun dan dan PGT Cimanggu, artinya saat ini Perhutani telah mengantongi 7 sertifikat ecolabel internasional meliputi 2 sertifikat untuk pengelolaan hutan lestari, 3 sertifikat untuk industri kayu dan 2 sertifikat untuk industri gondorukem dan terpentin.

“Sertifikasi FSC CoC ini semakin memantapkan visi Perhutani menjadi perusahaan pengelola hutan berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Endung Trihartaka, Jumat (11/3/2023).

Endung menambahkan, Perhutani terus meningkatkan peran dalam memastikan produk hasil hutan berkelanjutan melalui implementasi pengelolaan hutan lestari dan pemastian rantai pasok industri berkelanjutan.

Sebagai penghasil gondorukem terbesar ketiga di dunia, Gondorukem dan terpentin Indonesia yang diproduksi Perhutani telah diekspor ke berbagai negara di dunia seperti Jerman, Belgia, Pakistan, Jepang, Uni Emirat Arab, Turki, dan India sebagai bahan baku untuk industri farmasi, adhesive, kosmetik, dan lainnya.

See also  Babay Parid Jadi Calon Tunggal Dirut Bank Sumut

Adanya sertifikat tersebut Perhutani memberikan jaminan kepada ckonsumen bahwa produk yang digunakan merupakan produk industri berkelanjutan dan menerapkan sistem ketertelusuran atau chain of custody.

“Dengan kepemilikan sertifikat FSC CoC Industri hasil hutan bukan kayu, Perhutani siap mengekspor 20 juta kilogram Gum Rosin di tahun 2023,” tambah Endung.

Selain sebagai komitmen Perhutani dalam mengelola produk hasil hutan berkelanjutan, sertifikasi ecolabel untuk industri hasil hutan bukan kayu juga dilakukan untuk meningkatkan daya saing produk Perhutani sekaligus memberi ruang baru pengembangan pasar untuk produk Gum Rosin bersertifikat.

Sertifikat FSC CoC Industri Hasil Hutan Bukan Kayu yang diperoleh Perhutani merupakan sertifikat ecolabel pertama di Indonesia, sekaligus di Asia Tenggara, sehingga Perhutani menjadi leading industri Gum Rosin yang bersertifikat FSC 100%. Ke depan, Perhutani berupaya melakukan sertifikasi untuk industri gondorukem lainnya hingga semua industri gondorukem Perhutani bersertifikat ecolabel 100%.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here