Jokowi Alumnus UGM Paling Memalukan

Diskusi Publik dan Mimbar Bebas yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa UGM di tempat Bundaran UGM diwarnai aksi penyerahan sertifikat kepada sosok yang menggunakan topeng bergambar Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Jumat, 7 Desember 2023.

Dalam diskusi bertajuk ‘Rezim Monarki Sang Alumni: Amblesnya Demokrasi, Ambruknya greatamericancomputer.com Konstitusi, dan Kokohnya Politik Dinasti’ itu, BEM UGM menyerahkan selembar kertas bertulis ‘Sertifikat, diberikan kepada IR.H. Joko Widodo’ sebagai Alumnus UGM Paling Memalukan. Sertifikat itu ditandatangani Ketua  BEM UGM Gielbran Muhammad Noor.

“Sertifikat ini termasuk dapat kita kirimkan langsung ke beliau (Jokowi), tapi melalui pos saja, sebab kita malas di sana (Istana Negara) banyak tikus,” kata Gielbran.

Gielbran menyebutkan pengiriman sertifikat Alumnus UGM Paling Memalukan kepada Jokowi itu termasuk dapat dibarengi dengan pengiriman dokumen Maklumat Bulak Sumur. Bulak Sumur merujuk alamat kampus UGM di Yogya.  Ada tiga poin di dalam Maklumat Bulak Sumur itu. Pertama, menuntut iklim demokrasi yang demokratis; kedua, konstitusi yang tidak diotak-atik tanpa otak; ketiga, mencabut semua kebijakan yang tidak sesuai kehendak rakyat.

“Kebijakan yang tidak sesuai kehendak rakyat itu termasuk Undang Undang Cipta Kerja dan UU Kesehatan,” kata dia.

Selain sertifikat dan dokumen Maklumat Bulak Sumur, BEM UGM termasuk dapat mengirimkan dokumen kajian evaluasi kepemimpinan Jokowi selama dua periode setebal 333 halaman. Dalam orasinya, BEM UGM membuktikan rezim Jokowi bukanlah rezim yang kuat, tapi sebab masyarakat yang lemah, supaya rezim ini sewenang-wenang.

“Omong kosong rezim yang kuat, kita lah yang lemah. Oleh sebab itu mari sesaki jalanan dengan kemarahan dan teriakkan satu kata ‘Lawan’,” kata dia.

Diskusi dan Mimbar Bebas itu menghadirkan sejumlah pembicara layaknya aktivis demokrasi Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti serta pegiat antikorupsi Zainal Arifin Mochtar.

Praktik Lama

Haris Azhar di dalam diskusi itu membeberkan praktik politik dinasti yang belakangan jadi sorotan soal proses anak Jokowi, Gibran Rajabuming, jadi cawapres melalui putusan MK, sebetulnya telah berlangsung sejak lama.

Baca juga:

Bingkai Layar Samsung Galaxy S24 Ultra Bakal Makin Tipis

Jokowi Resmi Berhentikan Firli Bahuri Sebagai Ketua KPK

“Dinasti itu terbangun sebab biasanya tersedia kesempatan. Kebetulan tersedia yang dekat keluarga pejabat atau penguasa selanjutnya menggunakan peluang itu,” kata dia.

Bedanya, kata Haris, tersedia yang baru berkesempatan membangun dinasti dari level bawah layaknya kabupaten/kota/provinsi dan tersedia yang berkesempatan membangun di level negara.

“Nah, mumpung dia tersedia di kekuasaan tertinggi, maka levelnya membangun dinasti naik,” kata Haris.

Dia mencontohkan, proses dinasti yang coba dibangun Presiden Jokowi melalui keluarganya sebetulnya bisa keluar tahapannya. “Berapa waktu yang selanjutnya Jokowi bilang bahwa anaknya (Gibran) baru dua tahun jadi wali kota, maka disebut tidak sesuai (maju cawapres),” kata dia.

Tapi ternyata tak cuma Gibran yang akhirnya maju cawapres, anak Jokowi yang lain, Kaesang, termasuk jadi ketua partai. “Jadi dinasti ini terbentuk sebab masyarakat layaknya termasuk memakluminya,” kata Haris.

Dia menyebut langgengnya dinasti politik termasuk dipicu sebab biasanya penguasa telah menguasai elemen-elemen dasar keperluan masyarakat. Sehingga masyarakat bergantung keberadaan penguasa dan dinastinya demi bisa bertahan hidup.

“Yang jadi pertanyaan besar, bagaimana potret bangsa ini ke depan dengan politik dinasti itu?” kata dia.

Pegiat anti korupsi Zaenal Arifin Mochtar menambahkan, menguatnya politik dinasti di masa pemerintahan Jokowi tak bisa ditimpakan ke Jokowi semata.

“Tapi termasuk partai-partai pendukungnya yang menopang pembiaran praktik itu terjadi. Jadi ini dosa kolektif kenegaraan,” kata Zaenal.

Satu satunya langkah menumbangkan dinasti https://standwithtanisha.com/ ini, kata Zaenal, cuma dengan tidak memberinya suara di dalam pemilu. Agar kekuasaan tidak berlanjut.

“Pemilu sebetulnya tidak pernah melahirkan malaikat, tapi bisa meminimalisir yang paling menakutkan muncul,” kata dia.