Presiden AS Joe Biden

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, berkata soal alasan Indonesia harus ubah ibu kota. Biden mengatakan adanya urgensi di dalam memindahkan ibu kota berasal dari Jakarta.

Pada th. 2021 lalu, dia menyebut Jakarta bakal https://www.michaellanning.com/ tenggelam di dalam 10 th. ke depan. Hal ini dikatakannya dikala berkata soal pergantian iklim di dalam pidato sambutan di kantor Direktur Intelijen Nasional AS saat itu.

Menurutnya pergantian iklim adalah ancaman terbesar akibat pergantian iklim yang saat ini sedang menghantui semua dunia. Perubahan iklim memicu naiknya permukaan laut dan bakal memicu ribuan orang kehilangan tempat tinggal, mata pencaharian dan kehidupan.

“Jika, terhadap kenyataannya, permukaan laut naik dua setengah kaki lagi, Anda bakal mempunyai jutaan orang yang bermigrasi, memperebutkan tanah yang subur,” katanya di dalam pidato itu sebagaimana dipublikasikan oleh Gedung Putih.

“Apa yang terjadi di Indonesia kecuali proyeksinya benar bahwa, di dalam 10 th. ke depan, mereka kemungkinan harus memindahkan ibu kotanya karena mereka bakal berada di bawah air?” tambahnya.

Pemindahan ibu kota negara (IKN) RI berasal dari Jakarta di Pulau Jawa ke Nusantara di Pulau Kalimantan sendiri makin nyata-nyata dilaksanakan pemerintah. Terbaru, Jakarta, bakal dijadikan sebagai provinsi kawasan aglomerasi sehabis membiarkan kedudukannya sebagai tempat khusus ibukota atau DKI.

Hal ini termuat di dalam draf Rancangan Undang-Undang (RUU) mengenai Provinsi Daerah Khusus Jakarta yang udah disepakati oleh para bagian dewan sebagai RUU usul inisiatif DPR. Kawasan aglomerasi didefinisikan sebagai kawasan perkotaan di dalam konteks rencana lokasi yang mengumpulkan pengelolaan beberapa tempat kota dan kabupaten dengan kota induknya, sama sekali tidak sama berasal dari segi administrasi.

Baca juga:

Nobatkan Jokowi Alumnus UGM Paling Memalukan, BEM UGM : Saatnya Turun ke Jalan

Xiaomi 14 Pro Kemungkinan Tidak Dirilis Global

Bakal ada pusat perkembangan ekonomi nasional berskala global. Ini mengumpulkan kelola pemerintahan, industri, perdagangan, transportasi terpadu, dan di bidang strategis lainnya untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan nasional.

Dalam pasal 51 ayat 2 draf RUU itu seandainya kawasan aglomerasi mencakup tak cuma Jakarta. Tapi mencakup termasuk Kabupaten Bogor, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Cianjur, Kota Bogor, Kota Depok, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Bekasi.

Sementara itu, Badan Antariksa AS, NASA, mengatakan, meningkatnya suhu international dan susunan es yang mencair memicu banyak kota di pesisir seperti Jakarta menghadapi dampak banjir dan termasuk luapan air laut yang makin besar.

NASA mengatakan kenaikan laut international yang kebanyakan sebesar 3,3 mm per th. dan adanya sinyal badai hujan makin intens saat atmosfer memanas, bakal menjadikan banjir sebagai “hal biasa”. Sejak th. 1990-an lebih-lebih banjir besar udah terjadi di Jakarta dan musim hujan 2007¬†membawa rusaknya dengan 70% lokasi terendam.

NASA termasuk mengunggah gambar landsat yang membuktikan evolusi Jakarta di dalam tiga dekade terakhir. Adanya pembabatan hutan dan vegetasi lain dengan permukaan kedap air di tempat pedalaman di sepanjang sungai Ciliwung dan Cisadane udah kurangi kuantitas air yang dapat diserap.

Ini memicu adanya limpahan serta banjir bandang. Populasi lokasi Jakarta lebih berasal dari dua kali lipat antara th. 1990 dan 2020 udah memicu lebih banyak orang yang memadati dataran banjir dengan dampak tinggi.

Hal ini lantas diperparah oleh saluran sungai dan kanal yang menyempit atau tersumbat secara berkala oleh sedimen dan sampah. Sehingga sangat rentan terhadap luapan.