ekonomi filipina
Penduduk di kawasan Asia Tenggara banyak memanfaatkan hasil alam dalam menunjang kegiatan ekonomi, mulai dari hasil pertanian hingga tambang. Apa kegiatan ekonomi utama penduduk Filipina?

Filipina merupakan negara yang mendiami rangkaian kepulauan yang terletak di sebelah utara wilayah laut kepulauan Indonesia, Pulau Sulawesi. Negara Filipina atau dengan nama resmi Republik Filipina terletak pada garis lintang 4 °LU-21 °LS dan garis bujur 116 °BT-128 °BT.

Kondisi geografis negara Filipina tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Hal ini yang membuat keduanya bekerja di sektor pertanian dan perikanan. Sebagian besar penduduk Filipina merupakan keturunan bangsa Melayu.

Baca Juga : Sistem Ekonomi Malayasia, Salah Satu Negara Di Asia Tenggara

Bahasa resmi mereka adalah bahasa Tagalog dan Inggris. Filipina juga menjadi satu-satunya negara di Asia dengan mayoritas penduduk beragama Katolik. Kegiatan ekonomi utama penduduk Filipina adalah di bidang pertanian. Dikutip dari buku Seri Cerdas Tangkas – IPA Kelas 6 oleh X Kanopi, hasil pertanian sbobet yang utama adalah padi, tebu, kelapa, tembakau, dan abaca (serat manila).

Dilansir dari Philippine Statistics Authority, Pendapatan Nasional Bruto (PDN) & Produk Domestik Bruto (PDB) pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan (AFF) turun lagi pada kuartal pertama tahun 2021 sebesar -1,2 persen.

Penurunan AFF tersebut disebabkan oleh kontraksi sub industri sebagai berikut:

– Peternakan sebesar -23,2 persen
– Produksi unggas dan telur sebesar -7,4 persen
– Tanaman pertanian lainnya sebesar -4,1 persen
– Tebu termasuk pembuatan gula muscovado di pertanian, sebesar -4,5 persen, dan
– Singkong yang turun sebesar -7,3 persen.

Sedangkan industri yang mengalami ekspansi pada periode tersebut adalah:

– Palay yang tumbuh sebesar 8,6 persen
– Kegiatan penunjang pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 7,9 persen
– Jagung sebesar 6,4 persen
– Produksi hewan lainnya sebesar 3,7 persen, dan
– Pisang sebesar 1,2 persen.

Sub industri lain yang memberikan kontribusi positif terhadap AFF adalah nanas, perikanan dan budidaya, kopi, mangga, kakao, karet, dan kehutanan dan penebangan. AFF terdiri dari 10,2 persen dari PDB pada kuartal pertama tahun 2021. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 9,9 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Filipina mendapat julukan Lumbung Padi Asia Tenggara bersama dengan beberapa negara lain seperti Thailand, Vietnam, Myanmar, Laos, hingga Indonesia. Negara ini juga menjadi tempat berdirinya Pusat Penelitian Padi Internasional (IRRI). Riset yang dilakukan bertujuan untuk menemukan bibit unggul padi yang berpusat di Los Banos.

Selain bekerja di sektor pertanian, kegiatan ekonomi penduduk Filipina juga hidup dengan mengembangkan objek wisata alam, seperti kawasan Gunung Mayon dan wisata budaya tarian tradisional Tinikling. Gunung Mayon adalah gunung api di Lazon yang masih aktif hingga saat ini bersama dengan Gunung Apo di Mindanao.

Kemudian produksi pertanian, kehutanan, dan perikanan lainnya yang memberi kontribusi positif adalah perikanan dan budidaya, nanas, kopi, mangga, kako, karet, serta kehutanan dan penebangan.

Kini Filipina mendapat julukan Lumbung Padi Asia Tenggara bersama dengan beberapa negara Asia Tenggara lainnya dan menjadi tempat berdirinya Pusat Penelitian Padi Internasional yang bertujuan untuk menemukan bibit unggul padi yang berpusat di daerah Los Banos. Beberapa masyarakat Filipina juga mencoba hidup dengan mengembangkan potensi wisata alam yang ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *