
5 Tempat Wisata Di Lombok Yang Belum Banyak Dijamah Wisatawan di Tahun 2025
Lombok, bersama dengan pesona alamnya yang memukau, menawarkan lebih berasal dari sekadar pantai-pantai yang indah. Pulau ini mempunyai kekayaan alam yang meliputi gunung-gunung yang menjulang tinggi, air terjun yang menakjubkan, dan desa-desa tradisional yang tetap mempertahankan keaslian budaya lokal.
Pulau Lombok, destinasi wisata yang menawarkan keindahan alam yang fantastis dan tempat-tempat tersembunyi yang tetap jarang dikunjungi oleh wisatawan. Jika Anda melacak pengalaman yang tidak sama dan menginginkan menjauh berasal dari keramaian, wisata di Lombok adalah pilihan yang sempurna.
1. Pura Batu Bolong
Terletak di desa Senggigi, Pura Batu Bolong adalah destinasi yang mesti dikunjungi bagi wisatawan yang melacak pengalaman spiritual dan keindahan alam yang menakjubkan. Data pribadi pemain slot depo 10k qris juga tidak akan bocor karena tidak perlu mengisi informasi sensitif seperti nomor rekening atau kartu kredit.
Pura Batu Bolong adalah sebuah pura Hindu yang terdapat di atas tebing karang yang menjorok ke laut. “Batu Bolong” sendiri berarti “batu berlubang” di dalam bhs Indonesia, mengacu pada lubang di tengah batu karang yang amat mungkin air laut mengalir lewat pura ini.
Pemandangan yang fantastis berasal dari pura ini termasuk lautan biru yang luas, pantai berpasir putih, dan matahari terbenam yang spektakuler.
- Rekomendasi kala kunjungan:1-2 jam
- Alamat: F3Q4+XP6, Batu Layar, Kec. Batu Layar
2. Kepulauan Gili
Gili Trawangan, yang termasuk dikenal sebagai “Gili T”, adalah pulau terbesar dan paling hidup di pada ketiganya. Pulau ini populer bersama dengan kehidupan malam yang bersemangat, pantai berpasir putih yang menakjubkan, dan air laut yang jernih. Anda mampu bersantai di pinggir pantai, berenang, snorkeling, atau menyelam untuk menjelajahi kehidupan bawah laut yang indah.
- Jam Buka: sepanjang tahun, 24/7
- Harga Tiket: Gratis
- Rekomendasi kala kunjungan:1-3 hari
- Alamat: Gili Indah, Kec. Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
- Telepon+62-361-8759384
3. Pantai Senggigi
Pantai Senggigi terdapat di anggota barat Pulau Lombok dan merupakan salah satu pantai yang paling populer di pulau ini. Pantai ini menawarkan paduan sempurna pada keindahan alam, layanan yang nyaman, dan keramahan penduduk setempat.
Pantai Senggigi mempunyai pasir putih yang lembut, air laut yang jernih, dan pemandangan matahari terbenam yang indah. Anda mampu bersantai di pinggir pantai, berjemur di bawah cahaya matahari, atau berjalan-jalan di sepanjang pantai yang panjang.
- Jam Buka: sepanjang tahun, 24/7
- Rekomendasi kala kunjungan:3-4 jam
- Alamat:Senggigi Beach, Lombok, Indonesia
- Telepon+62-823-39577778
4. Gili Trawangan
Gili Trawangan adalah pulau terbesar di pada tiga pulau Gili yang terdapat di sebelah barat laut Pulau Lombok. Pulau ini populer bersama dengan keindahan alamnya yang menakjubkan, air laut yang jernih, dan kondisi yang santai.
Salah satu energi tarik utama Gili Trawangan adalah pantainya yang indah. Pasir putih yang lembut dan air laut yang bening menciptakan kondisi yang sempurna untuk bersantai dan berjemur di bawah cahaya matahari. Anda termasuk mampu berenang, snorkeling, atau menyelam untuk menjelajahi kehidupan bawah laut yang kaya dapat keindahan dan warna.
- Harga Tiket: Gratis
- Jam Buka: sepanjang tahun, 24/7
- Rekomendasi kala kunjungan:1-2 hari
- Alamat:Gili Indah, Kec. Pemenang, Kabupaten Lombok Utara
5. Gunung Rinjani
Gunung Rinjani adalah gunung berapi aktif tertinggi ke dua di Indonesia, bersama dengan ketinggian meraih 3.726 mtr. di atas permukaan laut. Gunung ini terdapat di Taman Nasional Gunung Rinjani, yang merupakan salah satu obyek wisata alam yang populer di Indonesia.
Baca Juga : Wisata di Cirebon Terhambat gegara Ripparkab Belum Disahkan
Salah satu energi tarik utama Gunung Rinjani adalah pemandangan alamnya yang menakjubkan. Saat mendaki gunung ini, Anda dapat melewati hutan tropis yang rimbun, air terjun yang indah, dan danau Segara Anak yang mempesona. Puncak Gunung Rinjani menawarkan pemandangan spektakuler berasal dari atas, termasuk pemandangan matahari terbit dan terbenam yang memukau.
- Jam Buka: sepanjang tahun, 24/7
- Rekomendasi kala kunjungan:4-5 jam
- Alamat:Sembalun Lawang, Kec. Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat

Wisata di Cirebon Terhambat gegara Ripparkab Belum Disahkan
Upaya pengembangan pariwisata di Kabupaten Cirebon masih menghadapi hambatan besar pengaruh belum dilegalkannya Agenda Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten (Ripparkab) oleh DPRD setempat. Meskipun, hukum ini menjadi kunci utama dalam perencanaan dan cara kerja beraneka program liburan di daerah hal yang demikian.
Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon, Syafrudin Aryono menegaskan Ripparkab benar-benar diperlukan untuk mempercepat pengembangan destinasi liburan dan industri pariwisata di daerahnya.
“Ripparkab ini yakni hukum utama yang menjadi dasar beraneka kebijakan turunannya, seperti hukum bupati (Perbup) untuk desa liburan, pembangunan infrastruktur, hingga penyelenggaraan event pariwisata di Kabupaten Cirebon. Salah satu aspek penting lainnya yakni pengelolaan desa liburan melewati Kelompok Sadar Liburan (Pokdarwis),” ujarnya, Senin (10/2/2025).
Terhambatnya Investasi dan Pemeliharaan Liburan
Keterlambatan pengesahan Ripparkab berakibat seketika pada beraneka agenda pengembangan pariwisata. Syafrudin menyuarakan bahwa kajian dan perencanaan telah lama dikerjakan, namun tanpa hukum yang legal, pihaknya braxtonatlakenorman.com tidak dapat mengambil langkah strategis.
“Kami ingin memaksimalkan potensi liburan yang ada, namun hukum ini belum juga disahkan. Akibatnya, beraneka program dan pembangunan yang dirancang terhambat,” jelasnya.
Baca Juga : Penyebab ‘Lubang Menuju Makkah’ Gua Pamijahan Sempat Ditutup
Tidak hanya itu, keterlambatan ini juga berakibat pada pendanaan dan pemeliharaan destinasi liburan. Syafrudin menuturkan bahwa pihaknya telah berupaya mencari bantuan dari beraneka sumber untuk mendukung pengembangan pariwisata di Cirebon. Sayangnya, tanpa adanya Ripparkab, anggaran yang seharusnya dapat dikucurkan hasilnya tertunda.
“Kami telah berikhtiar mencari bantuan dari beraneka pihak. Malahan, ada yang hampir menempuh kesepakatan, namun karena Ripparkab belum disahkan, dana hal yang demikian tidak dapat turun,” tambahnya.
Harapan supaya Tertib Segera Dilegalkan
Dengan besarnya potensi liburan di Kabupaten Cirebon, Disbudpar ingin DPRD seketika mengambil langkah untuk meresmikan Ripparkab. Tertib ini dievaluasi krusial supaya pengembangan sektor wisata dapat berjalan optimal, baik dari sisi infrastruktur, promosi, hingga pengelolaan destinasi liburan.
“Kami ingin ada kepastian dari pihak yang berwajib. Seandainya Ripparkab ini seketika disahkan, karenanya beraneka program yang telah dirancang dapat seketika direalisasikan,” pungkas Syafrudin.
Ketika ini, Kabupaten Cirebon mempunyai beraneka destinasi liburan potensial, mulai dari liburan kebiasaan, sejarah, kuliner, hingga liburan alam. Dengan adanya hukum yang jelas, diinginkan sektor pariwisata di daerah ini dapat berkembang lebih pesat dan memberikan pengaruh positif bagi perekonomian masyarakat setempat.